Amarah yang datang menghampiri Terkadang membuatku diperdaya Panas membara didalam dada Ah.. serasa semua terkena imbasnya Tapi aku lebih memilih diam Karena aku tahu, hanya diamlah cara terbaik meredam amarah Saat aku mendapati beribu kekecewaan Seakan hati ini tak kuat bertahan Ingin rasanya berteriak sekencang yang aku bisa Menyalahkan takdir yang diberikan Sang Kuasa Tapi aku lebih memilih diam Karena aku tahu, jika aku terlalu banyak membicarakan kekecewaan itu Maka ia akan semakin membakar hatiku Ketika aku bersedih Aku hanya bisa menahan Mencoba meredamnya lebih dalam Bahkan airmata yang telah menetespun, aku seka Dan sekali lagi Aku lebih memilih diam Karena aku tidak ingin membagi kesedihanku kepada orang lain Cukuplah aku dan Allah yang tahu
Ketika aku kecil Ketika aku muda Aku tak pernah mengerti Dengan semua yang kau tuturkan Aku tak pernah mengerti Atas semua pengorbananmu Kau memberikan perjalanan hidup Hingga aku tumbuh dewasa Tapi aku mengerti Sejak awal cintamu tak berujung Dari dalam lubuk hatimu Aku ingin meyakinkan Bahwa aku menghargaimu Atas semua yang kau beri Terimakasih Ibu Aku sayang ibu❤️
Ingin kupuisikan namamu Dalam sederetan aksara indah yang kupunya Namun ... Terlalu indah untuk mempuisikan semua rasa ini Hingga khayalku tak mampu menggoreskannya Mentari tersenyum indah pagi ini Melukiskan semua kisah kita pada mega biru yang berarak Walau terkadang mendung datang tibatiba Tak pernah menyurutkan rasa yang ada Indah ... Aksara yang selalu kau goreskan untukku Tak mampu bibirku berkata Hanya senyuman membuai jiwa Mentari pagi hangatnya menyapa Hingga mampu mengikis dingin dalam tubuhku Yang telah dipenuhi oleh aroma asmaramu Dalam hati dan mindaku Kini candu asmara yang kau beri Membiʋs semua rasa yang ada di hati Setiap detik nada yang berdetak Tak pernah mampu meluapkan kerinduan Yang telah kau lukiskan pada awan biru Kini ... Aku terlena dalam cʌndu asmara bersamamu
Komentar
Posting Komentar