Ingin kupuisikan namamu Dalam sederetan aksara indah yang kupunya Namun ... Terlalu indah untuk mempuisikan semua rasa ini Hingga khayalku tak mampu menggoreskannya Mentari tersenyum indah pagi ini Melukiskan semua kisah kita pada mega biru yang berarak Walau terkadang mendung datang tibatiba Tak pernah menyurutkan rasa yang ada Indah ... Aksara yang selalu kau goreskan untukku Tak mampu bibirku berkata Hanya senyuman membuai jiwa Mentari pagi hangatnya menyapa Hingga mampu mengikis dingin dalam tubuhku Yang telah dipenuhi oleh aroma asmaramu Dalam hati dan mindaku Kini candu asmara yang kau beri Membiʋs semua rasa yang ada di hati Setiap detik nada yang berdetak Tak pernah mampu meluapkan kerinduan Yang telah kau lukiskan pada awan biru Kini ... Aku terlena dalam cʌndu asmara bersamamu
Sepi, sepi, sepi dan sepi Heningnya malam ini membuatku rindu akan semua canda tawamu yang selalu terlihat bahagia, Waalau aku terlihat tegar,tapi tak seperti yaqqang kau bayangkan Ternyata aku rapuh dan sangat rapuh Tertawa dalam linangan air mata yang tertahl Saat ini aku rindu akamu Rindu gelak tawamu Betapa aku sangat menyayangimu Sayang, aku tak mengira seperti ini Harus terpisah jauh saat aku membutuhkanmu Aku merasa sendiri sangat sendiri Ketika orang lain berkumpul bersama Aku hanya ditemani semilirnya angin malam dan detakan jam dinding Dan seperti itulah setiap malam ku yang kosong dan hampa Pandangi langit dengan semilirnya angin yang membawa anganku jauh Pejamkan mata dengan sejuta harapan Entah kapan aku harus seperti ini Dan ingin ku teriakan “Aku sangat menyayangimu”
Komentar
Posting Komentar